Melacur (Melakukan Curhat) yuckz..!!!

Kamis, 21 Februari 2013

Pengelolaan Lingkungan Belajar Indoor

MODUL 2 : Pengelolaan Lingkungan Belajar Indoor Di Lembaga Paud Manajemen Penyelenggaraan PAUD Nama Kelompok : 1. Kartika Mayasari (091684016) 2. Esthi Dwi Jayanti (091684023) 3. Muslimawati Suryaningrum (091684025) 4. Eka Anisah (091684038) 5. Finna Prasetya P (091684_______) Kelas A. 2009 Universitas Negeri Surabaya Fakultas Ilmu Pendidikan Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini 2012 Pengelolaan Lingkungan Belajar Indoor di Lembaga PAUD Dasar Pengelolaan Lingkungan Belajar Indoor di Lembaga PAUD Anak usia 3-4 tahun memerlukan ransangan dan intervensi agar kemampuannya berkembang dengan baik. penyediaan lingkungan belajar sangat diperlukan . Ketepatan lingkungan belajar secara langsung akan mempengaruhi proses dan hasil belajar yang akan dicapai anak. A. Mengorganisir dan Mengelola Lingkungan Indoor Menurut Mr. Johnson, faktor lingkungan memberi pengaruh yang sangat besar dalam membedakan kualitas program pendidikan di lembaga PAUD. Perencanaan dan pengorganisasian ruang kelas secara baik dan efektif akan membuat pembelajaran lebih nyaman, tertantang, cemerlang, inspiratif, dan mempesona. Yang harus dilakukan para penanggung jawab dalam mengelola lingkungan belajar adalah : 1. Memilih dan menyediakan beberapa peralatan dan persediaan yang sesuai perkembangan. 2. Menata peralatan dan persediaan dalam cara yang terorganisir. 3. Menciptakan jadwal harian secara rutin dan konsisten dengan masa transisi yang fleksibel. Ketika guru memilih dan menata peralatan dan persediaan didalam kelas, ia harus memiliki kemauan dari dalam diri pendidik sendiri, ditambah kemampuan, pengetahuan, dan pemahaman guru tentang karakteristik, minat dan kebutuhan anak Penataan Lingkungan Belajar di PAUD meliputi : 1. Ruangan Bayi Dalam menata ruangan bayi, aturan dasar yang harus digunakan adalah menata ruangan tidur yang nyaman, bersih, sejuk dan tenang serta tanpa gangguan karena bayi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Selain itu tempatnya juga harus terpisah dengan ruang utama. Karena setiap bayi mempunyai jadwal tidur dan kegiatan yang berbeda, jadi, pemisahan ruangan untuk tidur siang dan bermain adalah penting. Menggunakan mebel(fornitur) sederhana, praktis, dan mudah untuk dibersihkan. Cat yang digunakan harus bebas racun. Tempat tidur sebaiknya besar (cukup lebar), kuat dan kokoh, matras yang rapi dan sprei atau alas tidur yang cocok dan bantal yan tahan air untuk menjaga kenyamanan bayi. Untuk keamanan, sebaiknya bantal sebagai pelindung diletakkan di tepi dan tidak mudah digeser-geser kesekeliling tempat tidur. Perlengkapan bayi lainnya adalah lemari es untuk menyimpan susu bayi dan susu formula, ember untuk popok, keranjang pakainan, meja ganti, ayunan bayi yang mudah dipindahkan dan kotak penyimpanan makanan. Adanya arena bermain yang dapat ditutup dan dikunci rapat, bantal busa untuk menyangga dan melindungi lantai, jaring-jaring dan bantal pelindung. Rambu-rambu Lingkungan dan Perlengkapan untuk Bayi Usia 0-3 Tahun menurut Standar NAEYC 1. Lingkungan • Area untuk penggantian popok, tidur, pemberian makan, dan kegiatan bermain dibuat bersekat-sekat untuk menjamin sanitasi serta menciptakan ketenangan dan kenyamanan. • Lingkungan terdiri dari perpaduan elemen yang lembut (misalnya: bantal, kasur kecil untuk tidur, dinding yang dilapisi bahan lembut), dan elemen yang keras (kursi, cermin, tempat tidur). • Bayi dapat menikmati warna-warna yang kontras dan desain yang menarik diruangan TPA. Warna-warna terang digunakan untuk membedakan berbagai pola atau benda. • Tiap bayi memiliki sendiri tempat tidur, alat makan, pakaian, popok, botol dot dan benda-benda kebutuhan pribadi tiap bayi. • Area yang dipergunakan ntuk bermain dipindah-pindah secara berkala dalm sehari. • Bayi dirawat dengan baik, didalam dan diluar ruangan.cermin diletakkan setinggi bayi berdiri. • Udara segar, suhu ruangan, dan kondisi yang nyaman selalu dipelihara. • Ruangan tampak meriah dan dihiasi berbagai gambar yang dipasang dengan tinggi sesuai mata bayi. • Berbagai variasi musik diputarkan untuk menciptakan kegembiraan saat bayi mendengarkan sambil melakukan olah tubuh atau bernyanyi. • Pembagian ruangan dirancang teliti sehingga bayi dapat menikmati saat kegiatan tenang/istirahat. • Ada ruangan khusus bagi bayi untuk berguling-guling atau merangkak dan meraih benda-benda yang menarik. • Lantai dilapisi karpet yang mudah dibersihkan. • Sehari-hari bayi bertelanjang kaki, kecuali kondisinya tidak memungkinkan. 2. Perlengkapan • Mainan aman bagi bayi, apat dibersihkan atau dicuci dan terlalu besar untuk tertelan oleh bayi. • Jenis mainan dikembangkan dengan menyesuaikan perilaku bayi. • Perpindahan benda dirancang untuk selalu dapat dilihat dan diikuti oleh pandangan bayi. • Mainan disediakan dalam berbagai ukuran. • Mainan disiapkan dalam loker-loker yang terbuka dengan tinggi loker sesuai tinggi bayi. • Tersedia berbagai buku yang dibuat dari duplek tebal dengan ujung buku yang tidak bersudut. • Berbagai bahan dari majalah bergambar yang melukiskan manusia berbagai usia atau ciri khas yang positif dari berbagai usia atau ciri khas yang positif dari berbagai suku disediakan dengan lengkap. 2. Ruangan Anak Dalam ruangan alat permainan sangat diperlukan utuk mengembangkan kemamouan anak, maka lingkungan harus menarik tidak terlihat membosankan, kreatif dan koefisien. Juga pewarnaan dalam lingkungan harus ditata dengan baik. Di ruangan harus ada karpet besar untuk digunakan ketika berkumpul bersama, saat bercerita, diskusi atau aktivitas lainnya. Meja dan kursi juga disediakan untuk duduk atau ketika makan dan ketika bekerja melakukan sesuatu. Rak penyimpanan sebaiknya seukuran anak agar memudahkan anak mengambil mainan kesukaanya. Adapun rambu-rambu lingkungan dan perlengkapa untuk anak usia 3 sampai 5 tahun yang disarankan oleh NAEYC yang di kutip dari rambu-rambu pengasuhan anak usia 3 sampai 5 athun. 3. Ruangan Anak Usia Dini Banyak cara dan strategi yang dapt dilakukan oleh pendidik di lembaga PAUD untuk menata ruang kelasnya, agar kegiatan pengembangan yang dilakukannya dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun model pembelajarannya yang sudah berkembang saat ini adalah berupa kelas sentra, sudut pengaman, area. Panduan peralatan ruangan : a. Pertimbangan untuk mengenalkan alat dan bahan. Memperkenalkan alat dan bahan secara bertahap, terutama pada alat dan bahan yang cukup berbahaya. b.Memberikan waktu pada anak-anak untuk menentukan kelompoknya sendiri sebelum mengajak untuk berbagi c. Anjurkan anak- anak untuk memahami bahwa setiap jenis benda mempunyai tempat Gambar/ foto lah setiap jenis benda yg ada di kelas, kemudian gantungkan gambar tersebut pada dinding yg mudah dilihat. d.Bantu anak- anak merencanakan apa yang ingin mereka lakukan lakukan Setiap hari guru perlu membuat perencanaan yg tepat untuk memjang peralatan yg akan di gunakan sebelum kegiatan. Hal ini membantu anak merencanakan apa yg akan mereka lakukan e. Membiarkan ruangan terbuka untuk anak-anak Fisik ruangan sebaiknya mencerminkan minat, kebutuhan dan bakat anak- anak. Hal ini terjadi ketika ruangan sebagai berikut: 1. Rak , kursi, meja & fasilitas penyimpanan berukuran sesuai dg anak. Dipajang setinggi mata anak& mudah di jangkau. 2. Terdapat tempat untuk memajang hasil karya 3. Terdapat loker untuk setiap anak yg didesain sesuai dengan kebutuhan anak secara pribadi. Hal itu membuat anak bangga sebab ia merasa memilki satu bagian khusus dalam ruangan tsb. Mereka akan menjaga untuk tetap rapi dan terawat. 4. Ruangan didekorasi (dihias) dan dilengkapi dengan estetika yg menyenangkan Gunakan warna- warna yg hangat(cerah / patel), gorden, lantai yg sesuai dengan area kegiatan 5. Apabila berada diruangan tersebut anak- anak meras seperti di rumah. B. MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR INDOOR Menciptakan Lingkungan belajar indoor di pengaruhi beberapa hal seperti fasilitas fisik dan faktor keamanan. 1. FASILITAS FISIK a. Bentuk ruangan b. Bunyi yang memuaskan dapat membantu komunikasi c. Warna dinding d. Lantai sebaiknya bersih dan sehat , mudah dibersihkan ,cocok, nyaman, untuk anak- anak duduk e. Peralatan pemanas (untuk daerah dingin) atau pendingin ruangan (AC), cahaya, dan ventilasi. f. Air yg mengalir dan bak cuci harus disediakan. g. Ruang penyimpanan peralatan sebaiknya mudah di jangkau h. Kursi berwarna cerah& sesuai ukuran anak i. Sediakan beberapa meja untuk mengakomodasi 4-6 anak dalam kegiatan kelompok. j. Rak sebaiknya rendah dan terbuka sehingga anak mempunyai kesmpatan untuk melihat 2. FAKTOR KEAMANAN Beberapa pertimbangan faktor keamanan yg dilakukan untuk merencanakan lingkungan belajar anak. a. Pastikan semua area yg berjendela rendah adalah rendah b. Berhati-hati segala jenis racun, cat yg mengandung racun, tanaman berduri &tanaman yg mengandung getah yg berbahaya, serta pindahkan dari tempat yg dapat di jangkau anak. c. Tutup pipa/ radiator yg panas. d. Pasang tombol kunci pintu yg hanya dapat dibuka oleh orang dewasa e. Periksa fasilitas secara riksberkala untuk meyakinkan bahwa di area tersebut tidak dapat berkaitan, gantungan yg menonjol, sudut/ sisi yg tajam yg dapat membahayakan anak. f. Yakinkan bahwa dalam ruangan terdapat peralatan dan perlengkapan untuk menggulangi keadaan yg berbahaya. g. Periksa dan lihat apakah terdapat alat pemadam kebakaran C. PENATAAN RUANGAN DAN PERALATAN Penataan ruangan untuk memfasilitasi AUD sangat berpengaruh terhadap keamanan dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan kreatif yg menggunakan peralatan. Faktor- faktor yg berkaitan dengan penataan ruang dan peralatan meliputi: usia &tingkat perkembangan anak, pengawasan, fleksibilitas, dan ruang pribadi 1. Usia dan Tingkat perkembangan anak Hal ini menjadi catatan bagaimana sebuah ruangan di rancang. Kelompok usia 2-3 mis, akan dapat bekerja dg baik dalam ruangan yg sederhana, kecil dan tertutup. Untuk usia 5 th sediakan ruangan yang besar & terbuka untuk memberi kesempatan pada anak berlari, melompat,dll. 2. Pengawasan Teknik yg biasa digunakkan dg membagi ruangan dalam beberapa pusat minat / sentra. Selain itu membatasi jumlah anak yg bermain pada sentra. 3. Fleksibelitas Ruangan sebaiknya dijaga untuk tetap terbuka dan fleksibel sehingga memungkinkan ruangan tersebut dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak. 4. Alur Lalu Lintas Sebaiknya bebas dari berbagai kemungkinan terjadinya alur lalu lintas antar kegiatan.mis area untuk kegiatan membaca dilindungi dari kegaduhan orang datang & pergi. 5. Ruang Pribadi Rencanakan agar setiap anak mempunyai tempat secara pribadi. Memiliki ruangan untuk diri sendiri dan menjaga perasaan individu , menyimpan pakaian ekstra, hasil pekerjaan seni. Misal: di sekolah seperti loker anak Teknik Penataan Ruangan dan Perlengkapan Alasan Menggunakan Sentra Dalam Pendidikan Anak Usia Dini A. Alasan penggunaan sentra dalam PAUD meliputi : 1. Nilai Bermain Bagi anak usia dini bermain merupakan komponen penting dan berpengaruh pada kualitas suatu program. Dalam bermain anak-anak mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dengan berbagai cara. Mereka menggunakan bahasa untuk melancarkan kegiatan, menjelajah dan menyaring bahasa mereka ketika mereka bicara. Mereka juga belajar tentang orang lain sehingga mereka menguji coba peraturan dan keputusan yang berbeda ketika mereka bekerja bersama. 2. Pusat Minat Pusat minat/ pusat kegiatan/ sentra merupakan bagian integral dari suasana pendidikan. Dalam kegiatan kelas menyediakan kesempatan pada anak untuk berpartisipasi secar individual, dalam tim dam kelompok kecil. Dalam sentra anak-anak mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Hal ini sangat memberi kemungkinan bagi pendidik untuk membantu anak menjadi lebih bebas atau belajar bekerja bersama. Banyak para ahli dan pendidik yang merekomendasikan sentra berikut agar memberi kesempatan pada anak-anak untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangannya. Sentra-sentra tersebut diantaranya : a) Sentra Seni Tempat untuk melukis, membuat kolase, menggunting, menempel dan menggambar dengan menggnakan kapur tulis. b) Sentra Rumah Tangga Tempat untuk memerankan anggota keluarga, adegan dengan panci, penggorengan dan peralatan makan. c) Sentra Balok Tempat dimana anak-anak dapat menciptakan bentuk-bentuk balok besar dan kecil, mainan petukangan dan lego. d) Sentra Maipulatif Tempat untuk meningkatkan keterampilan motorik halus, tangan dan mata, mental, bahasa dan keterampilan sosial seperti berbagai permainan meja, memanjat dan berbagai mainan lainnya. e) Sentra Sains Tempat belajar tentang alam. Di sentra ini pendidik dapat mengeksplor berbagai pengetahuan yang dimiliki anak. f) Sentra Musik Tempat untuk mendengarkan rekaman, menyanyi, menciptakan tarian dan memainkan alat musik. 3. Sentra adalah Pembelajaran Terpadu Sentra adalah pembelajaran terpadu yang terbaik. Sentra dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuannya secar bersamaan. Dalam satu kegiatan belajar, anak-anak dapat mengembangkan aspek bahasa, kognitif, fisik motorik, sosial emosional dalam satu kesempatan. B. Memilih, mendesain dan menata sentra 1. Sentra-Sentra Tradisional a. Diharapkan anak-anak berpartisipasi secara aktif dan memaksimalkan belajar mereka b. Faktor perkembangan yang diharapkan pada sentra ini meliputi perkembangan intelektual, sosial emosional, dan kemampuan fisik. 2. Sentra Rumah Tangga a. Area ini merupakan transisi sebenarnya dari rumah ke sekolah b. Sentra ini diperkenalkan pada minggu pertama sekolah Tujuan a. Memperluas bahasa anak b. Mengembangkan pandangan positif pada kemampuan anak ketika mereka memerankan kejadian dalam keluarga c. Memahami orang lain, belajar ttg kebutuhan dan tanggung jawab dirinya c. Peralatan yang disarankan dalam sentra rumah tangga d. Pelralatan makan dan memasak e. Bak cuci piring, kompor, kulkas ukuran anak-anak. f. Sendok, garpu, pisau (dari plastik) sumpit g. Tempat masak:panci, penggorengan, penanak nasi h. Pemanggang, spatula i. Piring, gelas, mangkuk j. Celemek, spons, taplak, tatakan k. Peralatan bermain peran l. Boneka m. Berbagai jenis pakaiian dan perlengkapannya topi dasi sepatu n. Tempat tidur boneka o. Perlengkapan bayi p. Lemari, rak q. Meja kursi ukuran anak, telepon mainan r. Alat kantor tiruan mesin ketik komputer s. Peralatan tukang pos dan kantor pos tiruan t. Peralatan petugas kebakaran 3. Sentra balok (block center) a. Tujuan 1) Memecahkan masalah ketika mereka membangun dengan balok 2) Memperluas bahasa ekspresif ketika bicara tentang bangunan dan Pembangunan 3) Belajar bekerja sama dan menerima dalam bekerja dgn orang lain 4) Mengorganisir dunia menggunakan gambaran simbolik dalam bermain balok b. Peralatan yang disarankan: 1) Set balok unit 2) Balok kayu besar berlubang 3) Balok busa atau balok cetakan 4) Peralatan yg mendukung bermain peran 5) Orang-orangan mini dari berbagai budaya 6) Alat transportasi mini 7) Lampu lalu lintas 8) Kereta dorong, truk mainan besar dan wagon 9) Perlengkapan mekanik 10) Karpet ukuran besar 4. Sentra seni art center Pada awal masa kanak-kanak proses kreatif lebih penting daripada hasil a. Tujuan 1) Menjadikan anak lebih kreatif 2) Memahami dunia mereka ketika mencoba menggunakan bahan-bahan dan alat yang berbeda 3) Belajar tentang pekerja seni dan ilustrator 4) Membangun kepercayaan diri ketika mereka membuat keputusan dan menerapkan ide. b. Peralatan yang disarankan 1) Easel 2) Sumber air 3) Kuas, spidol, kapur, krayon, paint roller, busa, gunting, lem, bulu ayam, tanah liat, playdough 4) Bahan-bahan 3 dimensi 5) Kertas warna/ kertas lipat 6) Kain untuk jumputan 7) Plastik bening, kkoran untuk menutupi lantai 5. Sentra pasir dan air a. Tujuan 1) belajar ttg elemen-elemen alam 2) mengembangkan koordinasi motorik halus 3) berkesempatan untuk bereksperimen dgn bahan-bahan yang dimainkan anak untuk berkreasi 4) menggunakan pemecahan masalah ketika mereka mengeksplor properti pd pasir dan air b. Peralatan yang disarankan 1) Meja pasir dan atau air 2) Plastik atau korden pembatas pancuran 3) Sapu kecil, pengki, penyedot, tas bermain pasir botol semprotan, pengisi air, kotak plastik bening, mangkuk pengukur, busa pengukur, ember, dorongan kecil 4) Batu kerikil, potongan kayu, kerang, corong, saringan 5) Botol plastik, tabung plastik, sedotan, bunga -arang, binatang mainan, mainan orang-orangan 6. Sentra perpustakaan (library center) a. Tujuan: 1) Mengembangkan minat mereka pada buku 2) Belajar bahwa cerita terdapat dalam beberapa bentuk, meliputi buku, majalah, tape, cerita di flanel dan panggung boneka 3) Menikmati membaca buku dan mengulang mendengarkan cerita. b. Peralatan yang disarankan 1) Koleksi buku 2) Majalah anak-anak , koran, halaman kecil 3) Pemutar kaset 4) Earphones 5) Buku-buku dengan pitanya 6) Papan flanel dengan kepingan cerita dalam kantong plastik 7) Bantal yang lembut dan mudah dipindah 8) Poster bergambar 9) Bak stempel, tinta, dan kartu-kartu 10) Meja dan kursi 11) Boneka tangan 12) lampu 7. Sentra musik dan suara a. Tujuan 1) Menikmati dan berpartisipasi dalam kegiatan music 2) Mengeksplor bunyi yang dihasilkan dari berbagai alat 3) Mendengarkan berbagai vvariasi musik 4) Mempertinggi konsep diri ketika belajar mengekspresikan perasaan dgn cara-cara baru b. Peralatan yang disarankan 1) Alat musik berirama: rhytim sticks, drums, triangels, cymbals, xylophone, lonceng, shakers 2) Pita kaset dan pemutarnya 3) Pita berisi berbagai musik daerah 4) Pita berisi beberapa tipe musik yg berbeda (pop, rock, jazz, klasik, dangdut, rap) 8. Sentra Menulis a. Tujuan 1) mendorong anak mengkomunikasikan ide dalam bentuk tuklisan 2) Belajar pentingnya menulis 3) Menghargai tulisan orang lain 4) Belajar menulis dengan komputer b. Peralatan yang disarankan 1) Mesin ketik 2) Kartu ajaib yg bisa dihapus 3) Papan tulis ajaib, neon glue, craft stick 4) Kapur tulis, peralatan menulis: spidol, pensil, kapur, pensil warna 5) Bak stempel surat—surat 6) kertas 9. Sentra sains dan alam a. Tujuan 1) Belajar tentang lingkungan alam 2) Mencoba dan merekam ide-ide 3) Mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dan bertanya 4) Menilai dan menggunakan metode penemuan ilmiah. b. Peralatan yang disarankan dalam sentra sains dan alam 1) Kaca pembesar berukuran besar, sarung tangan, penjepit, busa, skala keseimbangan. 2) Akuarium (dengan ikan dan tanaman air), binatang peliharaan (hamster, tikus putih), teko plastik bening dengan penutup. 3) Kotak-kotak untuk memajang. 4) Alat-alat, mangkuk, dan sendok pengukur. 5) Cermin tahan pecah, tabung plastic. 6) Kertas karton dan spidol. 7) Corong dan pipet (penetes mata) 10. Sentra-sentra Sosio-Drama (Dramatic Play Centers) Sentra sosio-drama mendorong anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa ketika mereka berbicara dengan orang lain; meningkatkan keterampilan berkomunikasi ketika mereka bermain peran (Role play) dan menata kegiatan di dalam sentra; belajar tentang dunia mereka ketika mereka menciptakan kembali situasi kehidupan sebenarnya; dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Ada beberapa sentra : a. Sentra mal (mall center) Mal merupakan pusat kegiatan transaksi masyarakat karena dalam mal kita dapat membeli pakaian, makanan di “food court” dan hiburan. Sentra mal didesain untuk merespon minat anak terhadap area perbelanjaan yang luas. Kegiatan ini membantu anak-anak mengembangkan ide-ide lain ketika mereka bermain dalam sentra mal ini. 1. Tujuan belajar untuk anak-anak dalam sentra mal. a) Belajar tentang dunia dalam kehidupan mereka. b) Menghubungkan dengan pengalaman pribadi mereka dengan permainan mereka dalam sentra ini. c) Menguji operasional bisnis dan masalah penjualan. d) Pengalaman lingkungan dalam teori dalam situasi yang bermakna. 2. Rancangan (siteplan) sentra mal. 3. Peralatan yang disarankan dalam sentra mal. a) Pilih 4 atau 5 tokodikenal anak – anak. b) Toko sepatu : sepatu bekas, tas tangan, kotak sepatu, bangku, kaca yang tahan pecah. c) Toko pakaian wanita : gaun yang bervariasi, kaos, celana pendek, syal, anting – anting, kalung, gelang, dll. d) Toko buku : koleksi buku anak – anak dengan cerita yang bervariasi e) Toko mainan : puzzle, bola – bola, aneka boneka, balok – balok,dll. f) Toko alat musik : keyboard, kadet, dan pemutar kaset, aneka compact disk, alat musik instrument. b. Sentra toko grosir (The Grocery Center) Menggunakan sentra grosir membolehkan anak – anak untuk bermain peran dan mereka aktif berpartisipasi ketika mereka belajar tentang dunianya. 1. Tujuan belajar anak dalam sentra ini adalah a. Belajar tentang dunia dalam kehidupan mereka. b. Menggunakan pengalaman mereka dalam permainannya. c. Memperluas bahasa mereka ketika mereka menggunakan kosa kata baru yang berhubungan dengan toko grosir d. Belajar tentang pengoprasian toko grosir dan pekerjaan para pekerjanya. 2. Rancangan (siteplan) sentra toko grosir 3. Peralatan yang disarankan dalam sentra toko grosir a. Kasir (tempat pembayaran tunai) b. Kotak / kardus makanan kosong (Kotak susu, kotak makanan beku,dll) c. Keranjang plastik, buah dan sayuran plastik, kantong plastik atau kardus bekas. d. Pajang tulisan nama toko, misal “Toko grosir Suka maju” c. Sentra ruang dokter / rumah sakit (doctor’s Official Hospital Centre) Sentra dokter atau rumah sakit adalah tempat dimana anak – anak belajar tentang pelayanan yang disediakan untuk perawatan kesehatan. Anak – anak juga akan di beri kesempatan untuk mencoba cara – cara atau memerankan beberapa situasi. 1. Tujuan belajar untuk anak – anak dalam sentra Ruang Dokter/Rumah Sakit a. Belajar tentang pelayanan kesehatan yang disediakan secara profesional b. Menggunakan kosa kata yang berhubungan dengan kedokteran. c. Mempunyai kesempatan untuk memainkan peran yang berbeda dan mengapresiasi bantuan kesehatan yang disediakan untuk masyarakat. d. Mengurangi beberapa kecemasan dan ketakutan melalui kegiatan bermain peran 2. Rancangan (siteplan) sentra ruang dokter / rumah sakit 3. Peralatan yang disarankan dalam sentra Ruang Dokter / Rumah Sakit a. Komputer / mesin tik untuk kantor b. Papan pengumuman, telepon c. Stetoskop, alat rontgen (sinar X mainan), masker, sarung tangan, jas laboratorium d. Kereta dorong (untuk memindahkan pasien dirumah sakit) e. Kotak pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) : perban, plester, gunting, kain kasa, botol alkohol kosong, tube antiseptik kosong, sabun. d. Sentra memasak membuat kue (cooking / bakery centre) Sentra memasak atau membuat kue menangkap minat dan memberikan pengalaman memasak dalam bermain drama. Sentra ini juga memberi pengalaman bagi anak – anak untuk memilih aturan khusus, bermain dalam urutan (play in squence) dan mendiskusikan pengalaman memasak. 1. Tujuan belajar anak – anak dalam sentra memasak/ membuat kue a. Bekerjasama untuk membuat sebuah produk b. Menggunakan kemampuan membaca dan menulis dalam fungsi yang berbeda c. Mengembangkan bahasa mereka ketika mereka mendiskusikan pengalaman memasak mereka d. Belajar tentang pekerjaan orang – orang dalam masyarakat dan pelayanan yang mereke berikan. 2. Rancangan (siteplan) sentra memasak / membuat kue 3. Peralatan yang disarankan dalam sentra memasak / membuat kue a. Kasir (peralatan pembayaran) b. Peralatan memasak seperti pegangan kue, mangkuk besar, kocokan kue, dan atau mixer tiruan, sendok sayur,dll 11. Sentra – sentra unik (unique Centre) Sentra ini adalah variasi tambahan dalam ruang kelas. Sentra unik akan memotivasi anak – anak untuk bermain dalam dunia yang baru yang mungkin belum pernah mereka coba atau mereka ketahui. Sentra unik ini merupakan tempat yang sangat menakjubkan sebagai tempat belajar yang menarik dan kreatif. Misalnya sentra ruang angkasa. 12. Sentra ruang angkasa (space centre) Ruang angkasa adalah topik yang sangat menarik bagi anak – anak. Sentra ini didesain untuk mengembangkan minat anak – anak mengenai ruang angkasa dan kejadian tertentu. Dalam sentra ini anak dapat berasumsi bermain peran tentang astronot dan makhluk ruang angkasa. 1. Tujuan belajar anak dalam sentra ruang angkasa • Mencoba berbagai aturan baru dan pengalaman bermain • Menjadi lebih berminat tentang ruang angkasa dan kejadian tertentu yang berhubungan dengan topik ruang angkasa • Menggunakan keterampilan memecahkan masalah ketika mereka mengeksplor ruang angkasa dan perjalanan ke angkasa luar. • Mengembangkan bahasa mereka ketika mereka menggunakan kosa kata baru yang berhubungan dengan ruang angkasa. • Belajar tentang penelitian ilmiah ketika mereka berpartisipasi dalam percobaan disentra ruang angkasa. 2. Rancangan (Siteplan) Sentra ruang angkasa 3. Peralatan yang disarankan dalam sentra ruang angkasa • Lampu hias yang dirangkai seperti lampu untuk hiasan pohon natal • Pakaian astronot • Skala keseimbangan • Kaset musik terbaru dan alat pemutarnya • Cat warna perak yang tidak beracun • Kertas kaca gulung warna metalik, dll • Kain atau pembungkus • Komputer/ monitor • Busa/ sterofom.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar